Betapa sulitnya mengungkapkan cinta. Kau
bisa melakukan apa saja. Tapi tetap saja kata – kata itu harus keluar untuk
mengukuhkannya. Dan betapa tidak mudahnya mengucapkan kata – kata itu.
Lalu aku memegang tangannya, dan berkata
:
“Jangan lakukan ini, jangan terlalu baik
padaku. Jangan terlalu memanjakanku. Aku bisa ketagihan padamu. Kau sudah
bagaikan candu bagiku. Aku sudah terbiasa untuk tidak tergantung pada apapun,
atau siapapun dalam hidupku. Selama ini kau sudah bagaikan bilik pengakuan
dosa, tempat ku selalu mencurahkan isi hati. Aku tak bisa melepaskan diri
darimu. Kenapa kau selalu bisa mengerti ? Kenapa kau selalu bisa menerimaku apa
adanya ? Kenapa kau berbeda ? Kenapa hanya denganmu aku merasa nyaman dan bebas
menjadi diriku sendiri ?”
Lama kami hanya saling berpandangan. Dia
mencoba merangkai kata :
“Sebab hanya itu yang aku punya, yang
bisa ku berikan padamu sebagai bukti cintaku.”
0 komentar:
Posting Komentar